Kasus Agen Judi Baccarat Online Di Indonesia Yang Terbongkar

Kasus Agen Judi Baccarat Online Di Indonesia Yang Terbongkar

Dewasa ini, kemunculan agen judi semakin marak terjadi di Indonesia. Tidak heran jika kemudian hal tersebut turut sejalan dalam meningkatkan efek buruk judi baccarat online yang bisa menyerang para pelakunya. Tapi sehebat-hebatnya keberadaan agen judi itu, masih ada para aparat cerdas yang berkerja sama dalam memberantas judi. Kabarnya, agen-agen judi online di Indonesia pun banyak yang dibongkar karenanya. Lalu kasus agen judi seperti apa saja yang berhasil ditangkap dan diamankan oleh aparat kepolisian?

Kasus Agen Judi Online Di Indonesia yang Berhasil Terbongkar

Hingga saat ini, masih banyak agen judi yang berkeliaran bebas. Kendati demikian, beberapa diantaranya sudah bisa ditangkap oleh pihak yang berwajib. Seperti contohnya saja adalah berikut ini:

1. Agen Judi Online Kelapa Gading

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat Indonesia kembali digegerkan dengan penggrebegak praktik agen judi online di kawasan Kelapa Gading. Kabarnya, agen judi yang sudah berdiri sejak tahun 2015 ini memperoleh pendapatan setidaknya 500 juta sampai dengan 1 miliar dalam satu hari.

Ketua dari rombongan agen judi ini mengaku bahwa untuk menarik para pelanggannya, mereka menggunakan bantuan dengan memasang adsense di situs judi ternama. Namun, polisi dan pemerintah dengan sigapnya segera memblokir situs tersebut demi menghindarkan masyarakat dari kejaran efek buruk game baccarat.

Menurut banyak rumor yang beredar, para agen judi yang tertangkap sewaktu penggrebegan itu berlangsung akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP dan atau Pasal 5 ayat (1) juncto Pasal 2 ayat (1) huruf t dan z Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

2. Agen Judi Bola Jabar

Efek buruk game baccarat juga muncul dalam ajang judi bola di wilayah Jawa Barat. Layaknya musim bola sudah menjadi ajang yang paling tepat untuk dijadikan sarana berjudi.

Bertepatan dengan ajang sepak bola internasional yang digelar pada liga Inggris, Spanyol, dan Italia tersebut dipergunakan oleh sekelompok orang di Jawa Barat untuk bertaruh judi Online.

Yoyong Liadi, salah satu agen judi yang berhasil dibekuk polisi, mengungkapkan bahwa untuk menarik para pelanggan datang dan bertaruh adalah dengan menawarkannya secara langsung. Setelah calon penjudi berhasil diajak untuk bermain, Ia akan menagihkan sejumlah uang untuk dijadikan sebagai deposit pertama. Sesaat setelah uang deposit diterimanya, Ia akan mengirimkan User ID dan juga password. Dan para penjudi pun sudah bisa mulai bertaruh secara online.

Dua kasus tertangkapnya agen judi online di atas adalah contoh nyata bahwa polisi ternyata lebih sigap dalam menyisir pelaku kejahatan siber ini. Dan dengan sigapnya aparat berwajib tentu semakin menambah keyakinan dari para masyarakat bahwasanya efek buruk game baccarat online sudah mulai bisa dibendung pengaruhnya.

COMMENTS